Tokoh pendidikan Indonesia akan mendapatkan tanda penghargaan Chevalier de l’Ordre des Palmes Académiques dari Pemerintah Prancis pada Kamis 14 Juli mendatang.

Penghargaan yang diberikan dalam rangka memperingati Hari Nasional Prancis tersebut akan diberikan langsung oleh Duta Besar Prancis Philippe Zeller, di kediaman Duta Besar Prancis, Jalan Sinabung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sembilan tokoh pendidikan Indonesia yang terpilih berdasarkan kepemilikan dan penghayatan nilai-nilai dan aspirasi humanisme, serta jiwa dan selera tinggi untuk hal-hal yang bersifat intelektual.

Para tokoh terpilih yang terdiri dari berbagai daerah di Indonesia ini akan menerima penghargaan atas jasa dan bakat mereka yang beragam dalam penyebaran bahasa dan budaya Prancis.

Berikut nama sembilan tokoh pendidikan yang akan menerima penghargaan mendatang, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kedubes Prancis kepada okezone, di Jakarta, Selasa (12/7/2011).

1. Bagiono Djokosumbogo, penasihat Seamolec, sebuah institusi yang bernaung di bawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (Seameo) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara. 

2. Hendra Setiawan, direktur kursus bahasa Prancis yang sudah memasuki masa pensiun dari Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Bandung. 

3. Cisca Tangkudung, mantan pengajar CCF Jakarta 

4. Habibah Prayitno, pengajar CCF Jakarta 

5. Naboen Pranas, pengajar CCF Jakarta 

6. Thelma Figaro, mantan pengajar CCF Jakarta 

7. Francien Herlen Tomasowa, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya (UB) 

8. Ernawati Johan, pengajar bahasa Prancis di SMAN 21 Surabaya 

9. Hesti Purwidiastuti, pengajar bahasa Prancis di SMAN 1 Malang(rhs)