Kontribusi dan rencana pengembangan listrik PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) terkait peningkatan investasi di Jawa Timur, serta upaya-upaya PJB menjadikan pembangkitnya lebih ramah lingkungan, menjadi topik bahasan dalam wawancara Direksi PJB dengan jurnalis Majalah Bloomberg Businessweek (3/8). Tidak ketingggalan mereka juga mengorek tentang kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) PJB.

 Majalah Bloomberg  Businessweek adalah majalah berskala internasional yang bermarkas di New York. Majalah ini tersebar di 140 negara dan saat ini menjadi salah satu majalah bisnis dengan oplah tertinggi di dunia. Kedatangan dua jurnalis Bloomberg ke PJB merupakan rangkaian wawancara ke beberapa tokoh ekonomi nasional Indonesia, termasuk Wakil Presiden RI untuk liputan khusus tentang Indonesia. Hasil wawancara akan diterbitkan bersamaan dengan pelaksanaan World Economic 2011 di Davos. Pemilihan Indonesia dalam liputan khusus Bloomberg tak lepas dari fenomena ekonomi dunia saat ini. Dimana Indonesia disebut-sebut sebagai kekuatan ekonomi dunia baru menyusul Brasil, Rusia, China, India dan Afrika Selatan yang telah eksis terlebih dahulu.

 Setidaknya ada 16 pertanyaan yang mereka ajukan, mulai dari kondisi sektor ketenagalistrikan di Indonesia, mengenai pengelolaan pembangkit PJB dan rencana investasi, kemungkinan PJB mengembangkan geothermal dan sebagainya, hingga pelaksanaan program CSR. Dalam kesempatan tersebut Direktur Utama PJB, Susanto Purnomo dan Direktur Pengembangan dan Niaga PJB, Adi Supriono menjelaskan upaya PJB memenuhi peningkatan kebutuhan listrik di Jawa Timur. (*)