Pada era 1970-an, energi angin hanya menempati porsi yang kecil dalam penyediaan energi. Penggunaannya masih sebatas pada pembangkitan energi mekanik untuk penggilingan produk biji-bijian dan penggerak pompa air disamping sebagian kecil yang digunakan sebagai charger baterai.

Pada era 1980-an perkembangan energi angin mulai meningkat, namun masih terkendala pada pemilihan bahan teknik,  kerumitan perawatan dan sulit untuk di integrasikan dengan sistem ketenagalistrikan nasional. Disamping itu, turbin angin juga menimbulkan turbulensi yang mempengaruhi unjuk kerja turbin yang berada pada arah down winddari turbin terdepan.

Kelemahan-kelemahan tersebut satu persatu dapat diatasi, sehingga perkembangan teknologi energi angin semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Namun demikian, pengembangan teknologi angin pada kapasitas super Mega Watt, masih terkendala pada skala ekonomis pengembangan turbin, dimana dengan semakin besarnya ukuran diameter kincir angin (wind turbin), akan tercapai suatu situasi dimana biaya produksi untuk pembuatan wind turbin tersebut nilainya jauh lebih besar dari tingkat keuntungan yang akan diperoleh.