Sejarah

Dengan semangat kebangsaan yang tinggi dan dorongan ingin memajukan daerah serta memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan di kecamatan Sumberlawang, maka Bupati Sragen, Bpk. Untung Wiyono, S.E., dengan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen maka terbentuklah panitia pendirian SMA Negeri 1 Sumberlawang pada tahun 2004. Lembaga Pendidikan yang bernama "SMA Negeri 1 Sumberlawang" ini menempati sebuah gedung yang berlokasi di SMP Negeri 1 Sumberlawang, yang untuk pertama kali menerima siswa sebanyak 120 siswa (3 rombel) dengan kepala sekolah yang masih diampu oleh Bapak Drs. Indriyanto, yang pada saat itu menjabat kepala SMA N 1 Sukodono masuk sore hari yang selanjutnya pindah di gedung bekas SDN Pendem 1 yang sudah di regrouping dengan kepala sekolah pertama kali Bapak Hery Suwarno, S.Pd. Mengapa sekolah ini menempati gedung SDN Pendem 1 yang sudah diregrouping? alasannya karena Pemerintah Kabupaten Sragen masih membangun gedung yang permanen yaitu di tanah bengkok Sekretaris Desa Pendem Kecamatan Sumberlawang. Dengan perjuangan yang pantang menyerah Kepala Desa Pendem pada waktu itu Bapak Sunarto dan Sekertaris Desa Bapak Widodo dan dukungan seluruh warga desa Pendem akhirnya tersedialah tanah untuk pendirian gedung sekolah tersebut. Akhirnya pada tanggal tanggal 27 September 2004 Bapak Gubernur Jawa Tengah, Bapak Mardiyanto meresmikan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang diberi nama SMA Negeri 1 Sumberlawang. SMA Negeri 1 Sumberlawang merupakan salah satu SMA Negeri yang ada diwilayah Kabupaten Sragen Kecamatan Sumberlawang, berlokasi di Jln. Raya Solo-Purwodadi Km. 27 Sumberlawang Sragen, Kabupaten Sragen. Pada bulan September 2004 SMA Negeri 1 Sumberlawang menempati gedung baru di desa Pendem tepatnya Jln. Raya Solo-Purwodadi Km. 27 Sumberlawang Sragen, Kabupaten Sragen. yang ditempati hingga sekarang, tanah yang dulu merupakan tanah bengkok carik desa Pendem


Penulis :

  1. Bapak Drs. Sri Tapa, S.Kom

Narasumber :

  1. Bp. Sunarto, mantan Kepala Desa Pendem.
  2. Bp. Widodo, sekdes Desa Pendem.