Sejarah

SMA Negeri 1 Sumberlawang atau sering disebut SMAN1S (SMANIS) terletak di Pendem, Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah. Sekolah ini didirikan pada tanggal 1 Juli 2004 d

Sejarah

SMA Negeri 1 Sumberlawang atau sering disebut SMAN1S (SMANIS) terletak di Pendem, Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah. Sekolah ini didirikan pada tanggal 1 Juli 2004 dan diresmikan pada hari Kamis, 23 Juni 2005  dan merupakan satu-satunya sekolah menengah atas negeri di Kecamatan Sumberlawang.

Dengan semangat ingin memajukan pendidikan di kawasan Sumberlawang yang tinggi dan dorongan ingin memajukan daerah serta memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan di kecamatan Sumberlawang, maka Untung Wiyono, S.E., dengan adanya kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen maka terbentuklah panitia pendirian SMA Negeri Sumberlawang pada tahun 2004.

Lembaga Pendidikan yang bernama SMA Negeri 1 Sumberlawang ini menempati sebuah gedung yang berlokasi di SMP Negeri 1 Sumberlawang, yang untuk pertama kali menerima siswa sebanyak 120 siswa (3 rombel) dengan kepala sekolah yang masih diampu oleh Bapak Drs. Indriyanto, yang pada saat itu menjabat kepala SMA Negeri 1 Sukodono.

Kegiatan belajar mengajar SMA Negeri 1 Sumberlawang dilakukan pada sore hari yang selanjutnya pindah di gedung bekas SDN Pendem 1 yang sudah di regrouping dengan kepala sekolah pertama yaitu Bapak Hery Suwarno, S.Pd.

Mengapa sekolah ini menempati gedung SDN Pendem 1 yang sudah diregrouping ? alasannya karena Pemerintah Kabupaten Sragen masih membangun gedung yang permanen yaitu di tanah bengkok Sekretaris Desa Pendem Kecamatan Sumberlawang.

Dengan perjuangan yang pantang menyerah, Kepala Desa Pendem pada waktu itu, Bapak Sunarto dan Sekertaris Desa Bapak Widodo dan dukungan seluruh warga desa Pendem akhirnya tersedialah tanah untuk pendirian gedung sekolah tersebut.

Akhirnya pada hari Kamis, 23 Juni 2005 SMA Negeri 1 Sumberlawang menempati gedung baru di desa Pendem tepatnya Jalan Raya Solo-Purwodadi Km. 27 Sumberlawang, Sragen dan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Bapak Mardiyanto.