Cita - Citaku Menjadi Penulis
Oleh : Sari Wahyu Utami, S. Pd.
Pena ditangan kanan, kopi ditangan kiri dan kertas diatas meja. Tapi kau tak disampingku. Maka apa yang bisa ku tulis selain rindu ? Gus Mus. Sepenggal kata kata yang indah dari seorang Gus Mus, kyai dan budayawan.
Sewaktu kita sekolah mungkin banyak yang bertanya apa cita citamu? atau kita harus mengisi kolom cita - cita yang sering diajukan guru – guru kita. Mungkin banyak yang mengisi dengan cita cita sebagai dokter, tentara, polisi, guru dan sebagainya. Mungkin kebanyakan anggapan masyarakat menjadi abdi negara membawa kebanggan bagi keluarga dan tentunya nyaman sampai usia tua dan pilihan menjadi wiraswasta mungkin menjadi pilihan kedua ataupun ketiga dan mungkin kita belum pernah tahu dikolom cita – cita ada yang menuliskan cita – citanya sebagai penulis, atau jurnalis sebagai pilihan utama cita – cita mereka.
Mungkin diantara kita beranggapan bahwa menjadi penulis adalah sebuah kebetulan, hanya mengisi waktu yang longgar, tidak bisa diandalkan menjadi jalan hidup dan seorang andrea hirata pun memilih menjadi seorang pegawai kantor pos dimana dalam novelnya adalah pekerjaan yang sangat tidak disukainya pada akhirnya temanya menemukan catatan – harianya, dibuatlah sebuah novel dan menerbitkannya, sehingga lahirlah novel laskar pelangi .sebuah novel yg berisi perjuangan seorang guru dan beberapa murid2nya untuk mendapatkan kesetaraan pendiidikan.sebuah novel yang apabila kita baca seakan akan kita akan dibawa tamasya oleh ikal di daerah gantong bangka belitung. Sebuah novel yang klasik akustik seolah olah novel itu bercerita sendiri.
Kita pernah membaca artikel tentang JK ROWLING penulis legendaris dari inggris pengarang buku harry porter yang penjualan buku – bukunya barunya dinantikan diseluruh dunia, penjualan buku terlaris, penghasilan tertingi sebagai penulis sedunia dan banyak lagi. Yang buku - bukunya sukses juga difilmkan seperti laskar pelangi, dia adalah seorang guru dan sekretaris. Mungkin tak terbesit dipikirannya menulis kolom cita - citanya dengan menjadi penulis dan mungkin banyak penulis hebat di Indonesia, dunia yang menjadi penulis hebat setelah dewasa dimana disaat sekolah mungkin cita citanya bukan seorang penulis dikolom cita citanya.
Menulis adalah melihat, kemudian menginspirasi seseorang untuk mengexploitasi pikiran pikiranya tentang apa yang dirasakan jiwanya baik secara personal maupun sosial. Dia tidak punya tendensi secara materi, kalaupun itu menjadi sebuah masterpiece adalah dia berada ditangan yang tepat, dan dinikmati juga oleh orang orang yang tepat. Menulis, membaca adalah kesatuan sebuah literasi. Dimana sebuah pesan, kesedihan, kesenangan dapat dirasakan dari dari orang yang belum mempunyai pengalaman serupa dengan penulis.
Menulis adalah sebuah proses panjang ,sebuah tantangan, sikap dan keberanian menuliskan kata kata. Sebuah proses yang panjang untuk menberanikan diri mengisi kolom cita cita dengan kata kata aku ingin menjadi penulis hebat.
List Comment