Mengasah Kemampuan Empat Keterampilan Bahasa Lewat Film

Oleh : Suharti, S.Pd SMA Negeri 1 Sumberlawang             Siapa yang tidak suka menonton film? Hampir semua orang di dunia ini menyukai film.

Mengasah Kemampuan Empat Keterampilan Bahasa Lewat Film

Oleh :

Suharti, S.Pd

SMA Negeri 1 Sumberlawang

            Siapa yang tidak suka menonton film? Hampir semua orang di dunia ini menyukai film. Semua orang tidak pernah bosan dengan film. Jika belajar Bahasa Inggris dengan serius tanpa henti akan membosankan, maka belajar bahasa inggris dengan menonton film akan lebih mengasyikkan. Banyak film asing atau luar negeri yang dengan mudah bisa dilihat oleh peserta didik. Peserta didik  bisa melihat film di mana saja, saat perjalanan di mobil, di dalam kelas, maupun saat bersantai di rumah. Semakin sering mendengarnya, maka semakin peserta didik terbiasa dengan bahasa internasional tersebut.

            Film menjadi alternatif bagi pengajar Bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Sumberlawang kelas XI IPS 2 untuk menyampaikan pembelajaran dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik. Kalimat – kalimat dalam film  yang diterjamhkan dalam bahasa Indonesia, pengucapan yang bisa diperdengarkan berulang-ulang, dan tema seputar kehidupan kaum muda pastilah akan lebih menarik dan lebih mudah dipahami oleh peserta didik. Cerita film yang menarik akan membawa suasana kelas menjadi sangat menyenangkan dan menarik perhatian.

            Semakin sering peserta didik berinteraksi dengan film berbahasa Inggris maka siswa  akan semakin terbiasa dengan susunan kalimat – kalimat nya, frasa, dan pronunciation atau pelafalan nya. Melalui film peserta didik akan mengetahui kebiasaan orang – orang bule atau English native speaker, budaya mereka, apa yang mereka pikirkan, dan apa yang sedang tren disana. Sehingga siswa bisa berbicara dengan menggunakan bahasa yang otentik.  

Mengasah kemampuan empat keterampilan bahasa, yaitu mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara, melalui film adalah pendekatan yang menarik dan efektif. Berikut adalah cara mengintegrasikan film untuk meningkatkan keterampilan bahasa. Pertama, Mendengarkan film dengan dialog yang jelas dan bervariasi. Dengan mengaktifkan subtitle untuk membantu pemahaman. Berikan tugas mendengarkan seperti menentukan detail penting, mencatat kata kunci, atau merangkum isi dialog. Kedua, Membaca: Dengan menyediakan teks naskah film jika memungkinkan, atau sediakan ringkasan dialog. Kemudian, berikan tugas membaca naskah sebelum menonton film atau memberikan tugas membaca setelah menonton untuk membandingkan versi tulisan dengan versi visual. Ketiga, Menulis: Berikan tugas penulisan seperti merinci alur cerita, menulis ulasan film, atau membuat dialog tambahan untuk adegan tertentu, siswa menuliskan versi cerita dari sudut pandang karakter tertentu. Ketiga, Berbicara: Setelah menonton fasilitasi diskusi kelompok tentang tema, karakter, atau peristiwa dalam film. Berikan tugas presentasi di mana siswa harus menyajikan analisis film atau menggambarkan pengalaman mereka menonton film. Keempat, Ekspresi Budaya: Pilih film yang mencerminkan kehidupan dan budaya yang berbeda. Diskusikan perbedaan budaya, ekspresi idiomatik, atau perbedaan bahasa dalam film. Tugaskan proyek penelitian tentang budaya yang terkait dengan film yang ditonton. Kelima, Latihan Fonetik: Fokuskan pada intonasi, aksen, dan pelafalan karakter dalam film. Minta siswa merekam diri mereka sendiri menyuarakan dialog atau adegan tertentu untuk meningkatkan keterampilan fonetik. Keenam, Terapkan Jurnal Kritis: Minta siswa membuat jurnal reflektif tentang pengalaman menonton, mempertimbangkan perasaan mereka, dan menyusun opini mereka tentang pesan atau tema film. Ketujuh, Kreasi Konten Tambahan: Berikan tugas kepada siswa untuk membuat konten tambahan seperti melanjutkan adegan, mengubah akhir cerita, atau membuat sekuel berbasis pada film yang ditonton. Kedelapan, Bermain Peran: Gunakan film sebagai dasar untuk bermain peran atau mendramatisasi adegan tertentu. Hal ini dapat membantu siswa merasakan penggunaan bahasa dalam konteks nyata. Kesembilan, Eksplorasi Kosakata dan Frasa: Identifikasi kosakata dan frasa khusus dalam film. Diskusikan makna, penggunaan, dan variasi pengucapan.

Menggunakan film sebagai alat pembelajaran dapat membuat pembelajaran bahasa lebih menarik dan kontekstual. Ini memberikan siswa kesempatan untuk berinteraksi dengan bahasa dalam berbagai konteks, memperluas kosa kata, dan memperbaiki keterampilan berbahasa mereka secara menyeluruh. Semakin sering peserta didik berinteraksi dengan film berbahasa Inggris maka siswa  akan semakin terbiasa dengan susunan kalimat – kalimat nya, frasa, dan pronunciation atau pelafalan nya. Lewat film peserta didik akan mengetahui kebiasaan orang – orang bule atau English native speaker, budaya mereka, apa yang mereka pikirkan, dan apa yang sedang tren disana. Sehingga siswa bisa berbicara dengan menggunakan bahasa yang otentik.

List Comment

Form Comment

captcha