Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Selama Pandemi

Oleh : Suharti, S.Pd SMA Negeri 1 Sumberlawang   Adanya virus covid-19 pada tahu  2020 memberikan dampak yang luar biasa bagi seluruh masyarakat, hampir pada semua bidang, salah satunya

Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Selama Pandemi

Oleh :

Suharti, S.Pd

SMA Negeri 1 Sumberlawang

 

Adanya virus covid-19 pada tahu  2020 memberikan dampak yang luar biasa bagi seluruh masyarakat, hampir pada semua bidang, salah satunya pada bidang pendidikan. Dengan adanya masa pandemi ini membuat proses pembelajaran menjadi berubah yang awalnya tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dimasa pandemi seperti ini guru masih harus melaksanakan kewajiban sebagai pengajar, dimana guru harus memastikan siswa dapat memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan untuk diberikan kepada siswa. Salah satu metode yang digunakan oleh pengajar Bahasa Inggris SMA Negeri 1 Sumberlawang kelas XI IPS 1 di masa PPJJ adalah Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) atau disingkat PBL.

            Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) adalah metode pembelajaran yang mengenalkan siswa pada suatu kasus atau masalah yang memiliki keterkaitan  dengan materi yang dibahas. Siswa kemudian akan diminta untuk mencari solusi untuk menyelesaikan kasus/masalah tersebut. Menurut Mayasari, T., Kadarohman, A., Rusdiana., & Kaniawati, I. (2016). PBL menjadi salah satu cara yang dapat digunakan oleh para pendidik dalam usaha membantu peserta didik agar menjadi kompeten dalam memecahkan masalah dan menghadapi tantangan kedepan. Pembelajaran Problem Based Learning dibentuk dengan landasan teori-teori pembelajaran yang sangat inovatif (misal konstruktivisme dan pembelajaran berdasarkan pengalaman) dengan men-setting permasalahan yang melibatkan berbagai disiplin ilmu untuk mendapatkan solusi yang tepat. Menurut Duch, yaitu model pembelajaran yang menantang peserta didik untuk “belajar bagaimana belajar”, bekerja secara berkelompok untuk mencari solusi dari permasalahan dunia nyata. Tingkat kemampuan dan alur kerja peserta didik dapat dilihat dari seberapa banyak permasalahan yang diberikan. Semakin aktif peserta didik memanfaatkan keterampilan berfikirnya, semakin besar pula peluang masalah yang akan diselesaikan.

Setiap model pembelajaran suadah pasti memiliki tujuan utama yang akan dicapai. Tujuan utama yang akan dicapai pada model pembelajaran Problem Based Leraning adalah sebagai berikut:, meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik, melatih peserta didik dalam menyelesaikan suatu permasalahan secara sistematis, membantu peserta didik dalam memahami peran orang dewasa di kehidupan nyata, dan mendorong peserta didik untuk menjadi individu yang mandiri dan bertanggung jawab.

Dalam model pembelajaran Problem Based Learning terdapat beberapa sintak yang harus dilalui dalam proses pelaksanaannya. Adapun sintak dalam PBL adalah, pertama menjelaskan orientasi permasalahan pada peserta didik. Pada tahap ini guru akan memberikan penjelasan tentang tujuan pembelajaran serta proses agar peserta didik termotivasi untuk belajar. Kedua, mengorganisasi peserta didik dalam belajar. Pada tahap ini, guru mengorganisir tugas yang akan diberikanpada peserta didik, misal penentuan topik, prosedur tugas, dan sebagainya. Ketiga, memberikan bimbingan pada individu maupun kelompok. Tahap ini guru membimbing peseta didik agar mereka bisa mendapatkan sumber atau referensi yang sesuai untuk permasalahan yang ditugaskan. Keempat, mengembangkan dan menyajikan hasil karya peserta didik. Dalam tahap ini, peserta didik akan dibantu oleh guru dalam mempersiapkan hasil yang akan dilaporkan. Kelima, melakukan analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah. Pada tahap ini guru meminta peserta didik untuk merefleksi dan mengevaluasi hasil yang diperoleh, baik dari sisi proses maupun metode. 

Penerapan Problem-Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Bahasa Inggris selama pandemi dapat memberikan berbagai tantangan dan peluang. Berikut adalah beberapa pertimbangan yang mungkin perlu dipertimbangkan:

  1. Akses Teknologi:
    • Pastikan bahwa siswa memiliki akses yang memadai ke perangkat dan koneksi internet untuk mengikuti pembelajaran PBL secara online.
    • Sediakan alternatif untuk siswa yang mungkin memiliki kendala teknologi dengan menyediakan materi dalam format yang dapat diunduh atau menggunakan media non-digital.
  2. Kolaborasi Jarak Jauh:
    • Perencanaan kolaborasi antar siswa mungkin memerlukan perangkat lunak atau platform khusus untuk memudahkan interaksi dan kerja sama di antara mereka.
    • Pilih platform yang mendukung diskusi online, pertukaran ide, dan kolaborasi proyek.
  3. Pertimbangkan Tantangan Pribadi Siswa:
    • Berikan fleksibilitas dalam jadwal atau penugasan untuk mengakomodasi berbagai situasi pribadi siswa selama pandemi.
    • Sertakan opsi untuk memberikan umpan balik atau meminta bantuan secara pribadi melalui konferensi video atau pesan langsung.
  4. Integrasi Materi Berbasis Kejadian Aktual:
    • Manfaatkan kejadian aktual atau situasi seputar pandemi sebagai studi kasus dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
    • Ajak siswa untuk berpartisipasi dalam diskusi mengenai berita terkini atau membuat proyek terkait situasi saat ini.
  5. Evaluasi Berbasis Kinerja:
    • Desain penilaian yang mendorong siswa untuk menerapkan pengetahuan Bahasa Inggris mereka dalam konteks kehidupan nyata.
    • Pertimbangkan penggunaan proyek, presentasi, atau portofolio sebagai bentuk evaluasi yang relevan.
  6. Dukungan Guru:
    • Pastikan bahwa guru menyediakan bimbingan dan dukungan yang cukup kepada siswa selama proses PBL.
    • Sediakan forum atau sesi konsultasi online untuk pertanyaan atau klarifikasi.
  7. Pertimbangkan Aspek Kesejahteraan Mental:
    • Perhatikan beban kerja siswa dan berikan tugas yang dapat diselesaikan dengan lebih fleksibel.
    • Sediakan sumber daya atau informasi mengenai kesejahteraan mental selama pandemi.

Penerapan PBL pada mata pelajaran Bahasa Inggris selama pandemi dapat menjadi peluang untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, berkolaborasi, dan berkomunikasi di tengah-tengah tantangan yang dihadapi oleh siswa dan guru. Dengan merancang pembelajaran yang responsif dan relevan, pengalaman belajar online dapat menjadi lebih bermakna dan efektif.

List Comment

Form Comment

captcha